Hukum Trading Forex Dalam Islam
Hukum Trading Forex Dalam Islam

Hukum Trading Forex Dalam Islam

Posted on

ejournal-unisma.net , Hukum Trading Forex Dalam Islam– Seiring dengan majunya teknologi dan informasi saat ini. Muncul budaya baru yang lagi trending di masyarakat. Budaya Trading Forex yang berkembang saat ini masaih dipertanyakan bagaimana hukumnya dalam islam.

Hukum Trading Forex Dalam Islam

Menanggapi banyaknya pertanyaan yangbermunculan dari netizen yang budiman mengenai “Hukum Trading Forex Dalam Islam“. Maka admin membuatkan artikel yang semoga insyaallah bisa mencerahkan pada pembaca yang budiman. Sebelum kita masuk ke dalam ini “Hukum Trading”. Alangkah lebih baiknya jika mengenal lebih dulu apa Trading Forex sebenarnya. Sehingga kita memiliki pengetahuan yang holistik.

Apa itu Trading Forex?

Trading berasal dari bahasa inggir yang artinya “Perdagangan”. Trading adalah aktivitas yang bisa kita lakukan di pasar finansial baik melalui web ataupun aplikasi tertentu. Kegiatan trading tidak hanya sekedar jual beli barang atau jasa. Tujuan dari trading ini adalah melakukan jual beli dimana dalam waktu singkay untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang realtif besar.

Apa Hukum Trading Forex Dalam Islam?

Forex (foreign exchange) adalah  transaksi tukar menukar valuta (mata uang asing). Hukum dari jual beli mata uang asing di pasar tunai adalah pada dasarnya adalah diperbolehkan. Allah menghalalkan transaksi jual beli dan mengharamkan “Riba”. Terkait dengan pertanyaan hukum dari transaksi elektronik yang dilekukan ketika barang yg dijual belikan mempunyai unsur yang sangat jelas menurut sifat dan ciri secara urfi. Berkaitan dengan jual beli kurs mata uang, maka menilai kurs yang diketahui oleh masing-masing pihak penjual dan pembeli dalam pasar bursa valuta  adalah bagian dari ‘urfy tersebut.

Baca juga:  Jual Water Treatment Berkualitas di Indonesia

وبيعوا الذهب بالفضة والفضة بالذهب كيف شئت

Artinya, “Dagangkanlah emas dengan perak dan perak dengan emas sekehendakmu.”

Apakah sistem ini memenuhi rukun jual beli?

Merujuk pada sitem transaksi jual beli yang diperbolehkan adalah ketika barang yang dijualbelikan tidak barang haram, tidak ada unsur peniouan dan tidak ada unsur menyembunyikan kecacatan, tidak ada unsur perjudian/spekulatif. Arti dari spekulatif adalah seperti gambling/menebak dari suatu harga. Jika anda beruntung maka anda mendapatkan barang bagus, jika tidak mala anda akan mendapatkan barang yang jelek.

dilansir dari, Syekh Yusuf Al-Qaradhawy dalam Kitab Al-Halal wal Haram halaman 273 menjelaskan:
الميسرـــ هو كل ما لا يخلوا اللاعب فيه من ربح أو خسارة

Artinya, “Al-maisir adalah segala hal yang memungkinkan seorang pemain mengalami untung atau rugi.”

Unsur spekulatif ini didasari oleh ” tidak diketahui harga” saat “pembeli memtuskan untuk membeli” dengan “saat diterimanya barang pembelian. Menurut imam nawawi dalam kitab Al-Majmuk Syarah Al-Muhadzab menyebutkan jika transaksi seperti ini adalah transaksi yang bathil. Hal ini disebabkan adanya perbedaan harga saat awal transaksi dengan saat diterimanya barang.

نهى عن بيع حبل الحبلة

Artinya, “Rasulullah melarang jual beli kandungannya kandungan.”

Kesimpulan Hukum Trading Forex Dalam Islam

Akhirnya sampai pada penghujung artikel. Menjawab pertanyaan dari hukum boleh tidaknya Forex trading, ini kesimpulannya. Dari keterangan di atas, dapat kita simpulkan jika jual beli valas di pasar tunai adalah hukumnya “Boleh”. Akan tetapi jika dipasar online akan diperinci lagi sebagai berikut:

Forex Bersifat haram, Jika harga tidak sesuai pada saat pembeli melakukan transaksi dengan broker/penjual

Forex bersifat Boleh, jika harga saat beli sama dengan saat diterimanya transaksi oleh si penjual.

Baca juga:  Kontraktor Water Treatment Terbaik dan Berkualitas di Indonesia

Jika ada pertanyaan dan berkonsultasi seputar hukum islam, silahkan kunjungi langsung  konsultasimuslim.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *