Pengolahan water treatment

Definisi, Proses dan Jenis Water Treatment

Posted on

Definisi, Proses dan Jenis Pengolahan Water Treatment – Anda mungkin pernah menemukan beberapa perusahaan pengolah air. Perlu diketahui bahwa tujuan dari pengolahan air adalah agar menghasilkan air yang layak konsumsi dan tentunya bisa digunakan sehari-sehari. Tahapan proses pengelolaan air ini tergantung pada kualitas sumber air itu sendiri.

Penjelasan Definisi, Proses dan Jenis Water Treatment

Definisi Water Treatment

Dari pemaparan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa definisi water treatment atau pengolahan air ini adalah sebuah proses yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas air agar bisa digunakan dalam kondisi tertentu. Air hasil pengolahan tersebut biasanya digunakan untuk pasokan air industri, irigasi, minum, pemeliharaan air sungai, rekreasi air dan lain sebagainya.

Proses Pengolahan Air

Secara umum proses pengolahan air terbagi kedalam 3 unit, yaitu unit penampungan awal (Intake), unit pengolahan, dan unit penampung akhir. Unit penampungan menjadi langkah awal dari proses water treatment. Pada langkah awal ini dilakukan penampungan air dari sumbernya. Setelah proses penampungan selesai, dilakukan beberapa tahapan (unit pengolahan), yaitu :

1) Tahap Koagulasi (Coagulation)

Pada tahap koagulasi air yang telah ditampung ditambahkan zat kimia. Zat kimia yang dipakai adalah tawas atau sejenisnya, seperti zat garam besi atau dengan menggunakan rapid mixing. Tahap awal dari unit pengolahan ini bertujuan untuk menghancurkan partikel yang menyebabkan air menjadi keruh (koloid).

2) Tahap Flokulasi (Flocculation)

Tahapan water treatment yang selanjutnya adalah proses penyisihan kekeruhan air (Flokulasi). Proses ini dilakukan dengan cara pengumpulan partikel, untuk dijadikan lebih besar lagi. Pada tahap ini berlangsung proses penggumpalan partikel agar bisa mengendap dengan sendirinya. Hal tersebut karena ukuran partikel yang digumpalkan yang lebih besar akan lebih mudah untuk diendapkan. Semakin besar partikel akan semakin besar pula gaya gravitasinya. Berbeda dengan tahap sebelumnya, tahap flokulasi ini dilakukan dengan cara slow mixing atau pengadukan lambat.

Baca juga:  Tips Memilih Supplier Water Treatment Murah Berkualitas di Indonesia

3) Tahap Pengendapan (Sedimentation) dan Penyaringan (Filtration)

Seperti yang sudah dijelaskan, partikel yang digumpalkan pada tahap flucculation water treatment akan mengendap secara alami pada dasar penampungan. Ini karena masa jenis dari partikelnya lebih besar dari unsur air. Setelah proses pengendapan air akan dialirkan dan kemudian dilakukam proses penyaringan.

Pada tahap penyaringan ini dilakulan melalui media penyaring yang disusun dari bahan berupa kerikil silica dan pasir. Proses ini dilakukan untuk menghilangkan bahan-bahan yang terlalrut maupun tidak terlarut.

Setelah proses penyaringan, air akan secara langsung masuk pada unit penampungan akhir. Namun sebelum itu, dilakukan proses tambahan untuk meningkatkan kualitas air. Air baru bisa digunakan dan didistribusikan jika proses tambahan berikut dilakukan : 1. Pertukaran ion (ion exchange), untuk menghilangkan zat yang tidak bisa dihilangkan oleh proses pengendapan dan penyaringan.

1. Penyerapan (absorpation), proses water treatment yang dilakukan untuk memghilangkan zat pencemar organik, senyawa penyebab warna, rasa, dan bau.

2. Disinfeksi (disinfection), proses pembubuhan bahan kimia Chlorine yang ditujukan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya.

Tiga Konstruksi Utama Dalam Pengolahan Air Bersih

1) Intake

Intake sendiri merupakan konstruksi pertama agar air dari sumber air bisa masuk. Pada kontruksi ini biasanya terdapat bar screen (saringan untuk benda dalam air). Pada kontruksi ini air akan di pompa agar sampai pada instalasi pengolahan air.

2) Instalasi Pengolahan Air

Instalasi Pengolahan Air (IPA) dikenal dengan istilah Water Treatment Plan (WTP). IPA atau WTP menjadi salah satu sistem untuk mengkontaminasikan air baku agar air dapat terolah dengan baik. Pengolahan air juga harus sesuai dengan standar.

Proses ini dilakukan untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang sesuai dengan standar mutu. Proses dari kontruksi ini adalah 4 proses yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi (pengendapan) dan filtrasi (penyaringan).

3) Reservoir

Konstruksi pengolahan air yang selanjutnya adalah reservoir.(penampungan sementara). Sebelum didistribusikan, air biasanya akan dilakukan pengecekan secara rutin. Pengecek ini dilakukan untuk memastikan kualitas dari air itu sendiri. Kualitas ini biasanya dilihat dari kondusktivitas, SiO2, pH dan total hardness pada penampungan.

Baca juga:  Kontraktor Water Treatment Terbaik dan Berkualitas di Indonesia

Proses tersebut dilakukan agar kesalahan dalam proses water treatment terkontrol dengan baik. Kesalahan tersebut akan menyebabkan air hasil olahan tidak sesuai dengan standar. Seperti yang sudah diketahui, tujuan utama dari pengolahan air adalah untuk menghasilkan air bersih dan murni.

Jika terjadi kekeliruan dalam proses pengolahan. Air tidak akan bersih dan murni karena pada air baku (air sebelum pengolahan) terdapat banyak zat pengotor. Zat inilah yang jika dikonsumsi akan berbahaya. Beberapa zat pengotor tersebut antara lain :

1. Ion Anorganik (Ca2+, Na+, Mg2+, Fe2+, K+, Cl-, SO42-, PO43-)
2. Senyawa Organik yang diukur dengan kandungan TOC (Total Organic Compound)
3. Bakteri, seperti bakteri Coliform dan Eschericia Coli.
4. Endotoksin dan Nuclease
5. Partikel padat terlarut atau partikulat
6. Gas

Desain water treatment

Sebelum proses pengolahan water treatment tersebut dilakukan, biasanya dibuatkan terlebih dahulu desain water treatment-nya. Desain water treatment ini dilakukan terhadap monitoring dan control di WTP. Desain yang digunakan adalah desain SCADA, dimana desain ini terbagi menjadi 3 kelompok yaitu :

1. Parameter kualitas/ kuantitas air. Desain ini meliputi parameter seperti kekeruhan, pH, TSS, residual chlorine, flow/ debit, serta tekanan dan tinggi permukaan air.

2. Status peralatan pompa, meliputi pompa air, blower udara, mixer, pompa dosing, dan konsumsi energi listrik.

3. Software SCADA, terdiri dari diagram pengoperasian software dan rancangan user interface software.

Alat-alat yang digunakan untuk proses water treatment

dalam proses pengolahan water treatment maka kita akan menggunakan alat-alat sebagai berikut:

1. Tabung media filter berbahan fiber FRP ukuran 145 cm x 10° (2 unit)

2. Kran 3 way valve semi otomatis (2 unit)

Baca juga:  Toko Lantai Kayu Murah Berkualitas

3. Ultra violet 8 GPM lampu osram Russia ukuran 1 meter (1 set)

4. Housing filter biru ukuran 10° (4 buah)

5. Housing filter bening ukuran 10° (4 buah)

6. Filter cartridge spon sediment 01 (3 buah), 03, dan 05 mikron ukuran 10° USA Technology (2 buah)

7. Media filter karbon aktif 20 kg (1 zak)

8. Media filter super manganese 15 kg (1 zak)

9. Media filter active sand / pasir aktif 15 kg (1 zak)

10. Media filter zeolite sand / pasir zeolit 15 kg (1 zak)

11. Tendon air fiber volume 1.000 liter (1 unit)

12. Pompa transfer atau pendorong (1 unit)

13. Pipa/ pralon (1 paket)

14. Konektor (1 paket)

15. Stop kran (1 paket)

16. SDD (1 paket)

17. SDL (1 paket)

18. Lutut (1 paket)

19. TBA (1 paket)

20. Layanan instalasi (1 hok )

Penutup

Itulah beberapa yang biasa digunakan dalam proses pengolahan udara. Salah dari alat yang digunakan adalah layanan instalasi. Sebagai informasi, salah satu perusahaan yang menyediakan jasa instalasi water treatment terbaik di indonesia adalah PT. Tirta Wahana Abadi.

PT. Wahana Abadi merupakan perusahaan pengolahan air terbaik yang mengkomersilkan teknologi pengolahan udara. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang perusahaan ini, kunjungi situs web resminya di tirtawahanaabadi.co.id

6 thoughts on “Definisi, Proses dan Jenis Water Treatment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *